Sunday, July 15, 2012

10 Kenikmatan Menjadi Wirausaha Sukses yang Mandiri



  1. Kerja keras. Kerja keras itu nikmat. Seperti saat anda sehabis berolahraga dan merasakan cucuran keringat membasahi badan, seperti itu kenikmatan yang anda rasakan dengan menjadi wirausaha mandiri. Hasil yang anda dapat merupakan buah dari keringat tangan sendiri.
  2. Atur waktu. Waktu merupakan aset penting bagi wirausahawan. Oleh karena itu, pengelolaan waktu yang baik sangat vital bagi wirausahawan. Sebagai wirausaha, anda harus mampu secara mandiri mengatur waktu untuk menjalankan jadwal-jadwal bisnis anda. Keleluasaan mengatur waktu itu bukan sekedar kebebasan menjalani hidup, tapi lebih dari itu merupakan kemerdekaan anda sebagai wirausahawan.
  3. Atur strategi. Seperti pemain catur yang menyiapkan bidak-bidaknya untuk dimainkan, begitupun dengan pengusaha, mereka mesti atur strategi bisnis untuk melakukan ini-itu agar bisnisnya bertambah menjulang. Rencana dan eksekusi pun dijalankan. Sebagai pengatur strategi, anda bisa menikmati bagaimana momen-momen menegangkan dan mengharukan saat ACTION-ACTION yang anda lakukan mulai mendatangkan hasil.
  4. Menikmati resiko. Resiko adalah tantangan yang anda nikmati sebagai wirausaha. Laksana melewati bongkahan batu-batu besar dan menaklukkan derasnya aliran sungai saat berarum jeram, anda tundukkan resiko terlempar dari perahu karet, terbentur batu sungai atau bahkan terjun ke dalam sungai.
    Bahaya dan resiko bisnis merupakan bagian menyenangkan dari nikmat seorang wirausaha. Wirausaha sejati selalu suka tantangan dan menerobos kebekuan inovasi bisnis demi memberikan yang terbaik pada masyarakat.
  5. Belajar melayani. Pelayanan adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah usaha. Sebagai wirausaha, anda dituntut mampu melayani orang lain sebaik-baiknya. Sebuah kenikmatan yang sangat membahagiakan saat anda melayani konsumen anda dengan baik. Coba rasakan…
  6. Belajar melihat dari sisi berbeda. Bila selama menjadi konsumen, yang dilihat hanya soal berapa harga barang yang diinginkan dan apa manfaatnya. Namun sebagai pengusaha mandiri, anda dituntut melihat melampaui hal itu.
    Bukan sebatas melihat dari sisi pengusaha seperti menghitung sisi biaya atau cost, namun juga tak bisa mengabaikan sisi konsumen seperti bagaimana mereka memandang produk anda, seberapa baik jasa/produk anda mampu melayani konsumen. Anda juga belajar bagaimana mengamati situasi bisnis terkini.
  7. Menginspirasi. Bagi saya, entrepreneur atau wirausaha selalu menginspirasi. Kita bisa belajar dari kerja keras mereka, dari visi-visi mereka, dari ACTION mereka.
    Semangat wirausaha menghidupkan harapan bahwa hari esok lebih baik dari hari ini. Bukan hanya bagi orang lain, menjadi wirausaha juga bisa menginspirasi diri sendiri.
  8. Berbagi. Menjadi wirausaha yang mandiri berarti anda lebih punya kesempatan untuk berbagi dengan orang-orang yang tak seberuntung anda. Penghasilan besar yang anda dapatkan merupakan titipan yang harus juga diberikan pada orang-orang yang membutuhkan.
  9. Ikut menyejahterakan orang lain. Menjadi wirausaha berarti membuka lapangan kerja baru. Ikut membantu orang-orang agar ACTION bersama anda. Ikut mengalirkan distribusi pendapatan ke banyak orang. Saya yakin anda pasti bahagia melakukannya.
  10. Penghasilan sesuai keinginan. Dengan memilih jalan wirausaha, artinya anda sudah menetapkan diri untuk mendapatkan penghasilan sesuai keinginan. Tak ada slip gaji, tapi penghasilan yang anda terima merupakan hasil dari kerja keras dan nikmat Tuhan.
Menjadi wirausaha adalah pilihan luar biasa. Ada banyak cara untuk memulainya, salah satunya adalah dengan menjadi wirausaha online.

Kalau Mau Sukses, Ubah Dulu Mindset Kita. Yuk :)



Banyak org kurang berhasil di MLM krn salah persepsi dan atau salah strategi… yang pertama kali perlu kamu lakukan utk sukses adalah ubah dulu cara pandang ttg dirimu dan bisnis yg kamu tekuni… di bisnis ini kamu bisa belajar kebiasaan berpikiran positif, memuliakan dirimu dan orang lain, berani punya impian besar, dan ini yang paling penting untuk kamu pahami dan kamu sadari, bahwa utk setiap anak tangga kesuksesan selalu ada ‘harga’ yg harus kamu bayar :) Saya nggak sukses, soalnya aplen saya nggak asik, nggak cantik, nggak pinter…. Haiii, yang mau sukses sekarang, dirimu, atau aplenmu? :) Kalau memang kamu yang kepingin sukses, berarti ya kamu yang kudu berusaha, cobalah untuk mencari aplennya aplen2mu yang bersedia membantumu bekerja secara sistim.
Jangan tergiur iming-iming, hanya duduk di rumah, bisa menghasilkan jutaan per bulan. Itu jebakan betmen. Berbisnis, ibarat pertanian. Kamu harus menjadi bibit yang bagus, ditanam di lahan yang bagus, disirami cukup air cukup pupuk, diawasi dan dilindungi dari gangguan hama. Untuk menjadi ‘bibit’ yang bagus kamu perlu memiliki pola pikir (sikap mental) yang positif terhadap bisnis yang kamu tekuni. Kamu harus melatih dirimu berpikir positif dan berjiwa besar. Lahan yang bagus, artinya, kamu harus berada di lingkungan yang mendukung kesuksesanmu, kamu perlu berada di zona orang-orang yang positif, orang-orang yang sukses. Hadirilah kelas-kelas training dan seminar motivasi.
Banyak yg salah persepsi, klo dia join MLM akan menguntungkan ‘atas-atas’nya… ketika seorang Member JIMON berhasil menjadi TRIPLE DIAMOND, dialah yg menerima Cash Award Rp 10juta. Bukan ‘atas’nya. Ketika dia mencapai JIMON CROWN, dialah yg pergi jln2 ke LN, dialah yg dpt Mobil Mewah, dialah yg kenyang bonus 30 jutaan per bulan. Bukan ‘atas’nya.
Banyak yg salah persepsi, klo dia join MLM akan menguntungkan ‘atas-atas’nya… dagang baju, kamu juga ngasih untung ke pengusaha konveksi… pilih dagang kue, ngasih untung ke pengusaha terigu… dagang bensin, ngasih untung Pertamina.. Join JIMON modal awal Rp 600.000,- jalanin sistimnya yg bener… kamu untung, tmn2 & sodara2 yg kamu ajak bisnis ini juga untung.
Meskipun masih bnyk yg berpandangan kurang positif, tp makin banyak juga yg join JIMON.. kenapa? krn modalnya memang muraah sangad, namanya juga MLM = Mulut Lewat Mulut. Tentu perlu modal uang juga, tapi ttp aj lebih murah, dan resikonya keciiil bgt, Ga da apa2nya, dibandingkan klo kamu mau kaya melalui jalur bisnis yg umum. Selain modal mulut, ongkos, butuh banget pake hati & otak juga. :)
Sussaaah, member JIMON udah banyak… Bisnis apa sih, yang Ga da persaingan? Makanan? Henphone? Fesyen? Sejujurnya, tidak ada. Dari pada kamu nggak mulai-mulai dan nggak sukses-sukses, mending kamu mulai berpikir, bagaimana bisnis yang kamu pilih ini, bisa menang dalam persaingan. Bisnis boleh sama, rezeki punya masing-masing dong. Diferensiasi. Misalnya, dirimu punya keunikan dalam pelayanan atau kamu memang punya karakter yang positif (menyenangkan), ramah, murah senyum, ga suka nyela, ga pernah iri-dengki, ga bau kue(tek), luwes, mudah akrab dgn lingkungan baru.
Makanya… punya temen tuh jangan 4L … lu lagi lu lagi … tambah dong, jadi bisa milih, mana yg nambah manfaat, minterin kamu, bikin kamu makin cakep, makin kaya.. dan mana tmn yg cuma ngajak kamu buang umur buang duit… hehehehehe :D
‎”Aku kerja kantoran Senin sampe Sabtu, klo minggu pengennya istirahat di rumah, or jln2 ke Mal, maen2 sm keluarga.” Banyak loh, org kantoran posisi Manager di perusahaannya, sukses bgt di bisnis ini, gajiannya jadi dua kali. Beberapa memilih risain setelah bonus bulanannya lebih banyak dari gaji kantornya, dan akhirnya punya waktu lebih banyak lagi deh buat keluarga. Hidup ini Pilihan. :)
“Ooh MLM ya.. merekrut ya.. nggak deh.. aku nggak pede.” Kenapa nggak pede, krn Mindset keyakinanmu bilang, merekrut itu susah, kamu harus merayu orang, dan ujung2nya ditolak. Saya katakan, tinggalkan cara berpikir yang sesat seperti itu. Buka mata, buka pikiran, buka hatimu. Berapa juta orang di bisnis ini yang sekarang nasibnya berubah lebih kaya dari orang gajian. Bisnis ini menaikkan kesejahteraan rakyat bukan se-Indonesia Raya, tapi se-dunia. Bisnis ini akan memuliakan hidupmu dan hidup orang2 yg kamu ajak gabung :)
Banyak yg anti MLM krn pernah tertipu ulah oknum… Maaf, di bisnis umum, di jalur PNS, di jalur artis, juga banyak oknum… Saya katakan, klo mau sukses di MLM, jangan langsung percaya janji2 sorga… pelajari success plan-nya, dtg kelas trainingnya, baca buku2 ttg MLM-sukses, buka lebar2 wawasanmu, pahami dan sadari bhw kesuksesan itu hasil kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas :)
Mau Lebih Jelas Tentang MLM
Silahkan Sharing Bersama Saya

 087885011167

Mengapa Menggunakan Pupuk TGH





10 Alasan Petani Padi Menggunakan TGH (The Great Harvest)
  • TGH Jimon meningkatkan kesuburan tanah
  • Menghemat penggunaan pupuk kimia hingga 50%
  • Produktivitas meningkat
  • Panen lebih cepat
  • Jumlah anakan lebih banyak
  • Bulir padi lebih besar dan bernas ( berisi )
  • Beras lebih tahan lama dan tidak menguning
  • Tanaman lebih sehat, lebih tahan hama dan sedikit gulma
  • Ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu pestisida
  • Meningkatkan kesejahteraan petani
13 Alasan Pertanian dan Perkebunan Menggunakan TGH
  • TGH Jimon meningkatkan kesuburan tanah, bisa dipakai di lahan gambut, tanah kritis dan tanah cadas
  • Menghemat penggunaan pupuk kimia hingga 50%
  • Cocok untuk berbagai jenis tanaman dan berbagai jenis kebutuhan
  • Produktivitas meningkat
  • Tumbuh lebih cepat dan panen lebih cepat
  • Masa petik lebih banyak dan tanaman lebih sering berbuah
  • Ukuran buah, umbi, biji lebih besar dan lebih berat
  • Daun lebih lebar dan rimbun
  • Akar baru lebih banyak tumbuh
  • Buah, biji, daun, atau bunga lebih tahan lama, tidak mudah busuk, tidak cepat layu
  • Tanaman lebih sehat, lebih tahan hama dan sedikit gulma Ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu pestisida
  • Meningkatkan kesejahteraan petani dan pekebun
8 Alasan Perternakan Menggunakan TGH
  • TGH Jimon mencukupi kebutuhan pakan organik, ikan dan udang ternak alam tidak perlu diberi pakan !
  • Menghemat pemberian pakan pada ayam dan ternak lain.
  • Cocok untuk berbagai jenis ternak
  • Produktivitas meningkat
  • Pertumbuhan lebih pesat dan panen lebih cepat.
  • Kotoran ternak dan ternaknya relatif tidak berbau.
  • Kandang lebih bersih
  • Karena berbahan dasar organik, hewan lebih sehat untuk diolah
Mau Lebih Jelas Tentang Pupuk TGH
Silahkan Sharing Bersama Saya

Friday, July 13, 2012

Serangan Jantung


Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke situ. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme – mengencangnya nadi koroner – atau akibar pergumpalan darah – thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa wad saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.
[sunting] Gejala Serangan Jantung
Gejala-gejala ini untuk setiap orang bisa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami – rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, longlegs terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.
Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:
* Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di pappa atau perasaan pappa diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
* Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
* Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
* Palpitasi (jantung berdebar-debar)
* Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
[sunting] Tanda-tanda Peringatan Dini
Bagaimanapun, salah sekali pendapat bahwa sebuah serangan jantung datang seperti petir di siang bolong. Serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secara obyektif masih bisa mengabaikannya.
[sunting] Diagnosis
Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang. Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah. Jantung, seperti semua sel tubuh lain, mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar bersama aliran darah. Setelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau dua hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa wad atau bebera hari kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu


anda juga bisa obati dengan cordycep

 Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk melakukannya, kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

imon Cordyceps Mycelium Capsules 
Cordyceps sinensis (nama alternatif Cina Herb) adalah sebuah kompleks antara yang Cordyceps sinensis (Berk.) Sacc. adalah diparasiti dengan larva Sphingidae atau tubuhnya. Dan yang sumber terkenal di Cina adalah Qinghai-Tibet Dataran Tinggi (3500 ~ 6000 meter di atas permukaan laut).

Cordyceps sinensis bernama Chong Cao di Cina, di antaranya berasal dari Chong larva, dan Cao dari "rumput". Pada awalnya mereka hepialidae bertelur pada daun, dan kemudian telur menjadi beberapa larvas. Setelah itu cacing ini larvas diri ke tanah basah dan longgar, dan tumbuh putih dan montok melalui penyerapan nutrisi tanaman '. Dalam program pertumbuhan mereka, beberapa ascospores mungkin cacing diri ke dalam tubuh ini larvas 'dengan cara yang sama, dan menyerap nutrisi larvas' akhirnya dengan Cordyceps sinensis keluar.

2. Gizi Cordyceps sinensis

Cordyceps sinensis kaya akan zat gizi termasuk manitol 7%, 28,9% karbohidrat, 8,4% lemak, protein 25%, dan 82,2% asam lemak tak jenuh, apalagi VB12, ergosterol, enam-karbon gula alkohol, alkaloid, dan lain-lain

3. Cordyceps sinensis adalah ramuan, terkenal berharga langka di dunia, dan terdaftar di Tiga Supernatural Pengobatan Tradisional Cina dengan Ginseng dan tanduk pilose. Hal ini tidak hanya memiliki fungsi penyesuaian pada isi perut banyak tetapi beberapa fungsi anti-penyakit langsung juga.

3,1 Immunoregulation & anti-kelelahan

sistem kekebalan mirip dengan tentara dalam tubuh Anda, yang dapat menghambat pertumbuhan tumor internal, dan menghilangkan penuaan sel atau sel nekrosis pada jaringan eksternal, sedangkan mencegah infeksi dari virus atau bakteri. Cordyceps sinensis bisa mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh Anda termasuk meningkatkan jumlah sel dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kapasitas antibodi. Hal ini dapat meningkatkan jumlah sel fagosit dan pembunuh, serta menekan fungsi sel kekebalan untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh kita.

ilmuwan Cina menyimpulkan dengan analisis modern: Cordyceps sinensis adalah signifikan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia, dan memiliki fungsi supranatural kelemahan pasien dan pekerja otak.

Sistem pernapasan 3,2 regulasi

Cina Cordyceps sinensis tidak bisa hanya memperluas bronchia, menekan asma, membuat dahak mudah dan mencegah emfisema, tetapi juga memperluas bronchia otot polos, meningkatkan fungsi adrenalin dengan hasil memperbaiki fungsi paru-paru, meringankan bronkial pikun kronis, asma, emfisema, penyakit jantung paru, dan penurunan frekuensi serangan mereka.

3,3 fungsi lain

3.3.1 Heart fungsi regulasi

3.3.2 Fungsi hati peraturan

3.3.3 Fungsi ginjal peraturan

3.3.4 hematopoiesis fungsi regulasi

4. Terkenal di dunia

Cordyceps sinensis terkenal di seluruh dunia, namun statusnya tidak baik, bahkan menutup punah di dunia. sumber daya alam sangat langka dan jauh dari cukup untuk pasar. Jimon miselium Cordyceps adalah pengganti sempurna untuk alam satu. Dibandingkan dengan satu alam, ia memiliki komposisi kimia yang sama dan fungsi dan isinya dari manitol dan polisakarida jauh lebih tinggi daripada Cordyceps alam.

[Komposisi]

Cordyceps Miselium Powder 450 mg
[Fungsi Bantuan]
untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kelelahan bantuan dan untuk menjaga kesehatan pernapasan dan fungsi ginjal
[Dosis]
secara lisan, 1 atau 2 kapsul setiap kali, sekali atau dua kali sehari
[Storage]
Simpan di tempat teduh dan kering pada suhu kamar, sementara jauhkan dari anak-anak
info:
087885011167


Thursday, July 12, 2012

HEMAT BBM dan bisa bisnis dengan penghasilan yang besar

MyGreenOil (M.G.O) adalah produk khusus yang menawarkan pemecahan efektif terhadap
3 masalah utama yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar (Premium / Solar):

PENGHEMATAN BAHAN BAKAR
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG LEBIH BERSIH
MENGURANGI BIAYA PERAWATAN

MyGreenOil adalah reformulator bagi bahan bakar yang memiliki fungsi ganda. Saat formula tersebut dicampurkan pada bahan bakar, secara cepat MyGreenOil merubah struktur-struktur molekul sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna serta sangat efisien.

MyGreenOil adalah formula unik dengan kualitas tinggi dan terbuat dari bahan-bahan alami yang terdiri dari unsur-unsur karbon / zat arang, hydrogen / air dan oksigen. Merupakan bahan yang tidak beracun karena 100% terbuat dari saripati tanaman. Jika bahan bakar dicampurkan dengan saripati tanaman tersebut, maka konsumsi bahan bakar, kadar racun gas buang, dan biaya perawatan mesin secara signifikan akan jelas terlihat penurunannya.
Penggunaan formula tersebut dapat menghasilkan penghematan terhadap bahan bakar dari berbagai jenis mobil, truk, kapal motor, sepeda motor (2 tak & 4 tak), mesin-mesin diesel, pembangkit listrik, peralatan pertanian, ketel uap dan industri-industri yang menggunakan bahan bakar dalam jumlah besar.

Pemakaian MGO:



PREMIUM: 1 ml MGO utk 1 liter Premium (perbandingan 1:1)
SOLAR: 1,2 ml MGO utk 1 liter Solar (perbandingan 1,2:1)

Harga MGO: 1 botol Rp 55,000 (Harga resmi berlaku utk seluruh Indonesia)

Utk pembelian Product MGO bisa langsung datang ke Showroom kami:

[strip]

087885011167

Thursday, June 28, 2012

Profil Muhammadiyah


Data Persyarikatan

Nama Organisasi
:
Muhammadiyah
Berdiri
:
18 Nopember 1912 M
8 Dzulhijah 1330 H
Pendiri
:
K.H. Ahmad Dahlan
Ketua Umum (2010-2015)
:
Prof. Dr. H.M. Sirajuddin Syamsuddin, MA
Lokasi Awal Berdiri
:
Kampung Kauman, Yogyakarta
Alamat Kantor Pimpinan Pusat Muhammdiyah
:
Yogyakarta:
Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Jl. Cik Ditiro No. 23 Yogyakarta 55262 Telp. +62 274 553132 Fax.(+62 274 553137
Jakarta:
Gedung Dakwah Muhammadiyah,
Jl. Menteng Raya No.62 Jakarta 10340 Telp. +62 21 3903021 Fax. +62 21 3903024
Jaringan Muhammadiyah
1.   Pimmpinan Wilayah (PWM)
2.   Pimpinan Daerah (PDM)
3.   Pimpinan Cabang (PCM)
4.   Pimpinan Ranting (PRM)
:
:
:
:
33 Wilayah (Propinsi)
417 Daerah (Kabupaten/Kota)
3.221 Cabang (Kecamatan)
8.107 Ranting (Desa/Kelurahan)
Majelis-Majelis
:
1.       Majelis Tarjih dan Tadjid
2.       Majelis Tabligh
3.       Majelis Pendidikan Tinggi (MPT)
4.       Majelis Pembina  Kesehatan Umum (MPKU)
5.       Majelis Pendidikan Kader (MPK)
6.       Majelis Pustaka dan Informasi (MPI)
7.       Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK)
8.       Majelis Lingkungan Hidup (MLH)
9.       Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM)
10.   Majelis Pelayanan Sosial (MPS)
11.   Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MH-HAM)
12.   Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen)
13.   Majelis Wakaf dan Kehartabendaan (MWK)
Lembaga-Lembaga
:
1.       Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqqoh (LAZIS)
2.       Lembaga Hubungan dan Kerjasama International
3.       Lembaga Pengawas Pengelolaan Keuangan
4.       Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting
5.       Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik
6.       Lembaga Penanganan Bencana
7.       Lembaga Seni Budaya dan Olahraga
Organisasi Otonom
:
1.       Aisyiyah
2.       Pemud Muhammadiyah
3.       Nasyiyatul Aisyiyah
4.       Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah
5.       Ikatan Pelajar Muhammadiyah
6.       Hizbul Wathan
7.       Tapak Suci
Muktamar Muhammadiyah (1912 – 2010)
:
Jumlah Ketua Umum (1912 – 2010)
:

Data Amal Usaha Muhammadiyah

No
Jenis Amal Usaha
Jumlah
1 TK/TPQ 4.623
2
Sekolah Dasar (SD)/MI
2.604
3
Sekolah Menengah Pertama (SMP)/MTs
1.772
4
Sekolah Menengah Atas (SMA)/SMK/MA
1.143
5
Pondok Pesantren
67
 6
Jumlah total Perguruan tinggi Muhammadiyah
172
7
Rumah Sakit, Rumah Bersalin, BKIA, BP, dll
457
8
Panti Asuhan, Santunan, Asuhan Keluarga, dll.
318
9
Panti jompo *
54
10
Rehabilitasi Cacat *
82
11
Sekolah Luar Biasa (SLB) *
71
12
Masjid *
6.118
13
Musholla *
5.080
14
Tanah *
20.945.504  

JIMON CORDYCEP ATASI EJAKULASI DINI


Tentang Cordyceps Sinensis

Cordyceps Sinensis (nama alternatif China Herb) adalah sebuah kompleks antara yang Cordyceps sinensis (Berk.) Sacc. adalah diparasiti dengan larva Sphingidae atau tubuhnya. Dan yang sumber terkenal di Cina adalah Qinghai-Tibet Dataran Tinggi (3500 ~ 6000 meter di atas permukaan laut).

Cordyceps Sinensis bernama Chong Cao di Cina, di antaranya berasal dari Chong larva, dan Cao dari "rumput". Pada awalnya mereka hepialidae bertelur pada daun, dan kemudian telur menjadi beberapa larvas. Setelah itu cacing ini larvas diri ke tanah basah dan longgar, dan tumbuh putih dan montok melalui penyerapan nutrisi tanaman '. Dalam program pertumbuhan mereka, beberapa ascospores mungkin cacing diri ke dalam tubuh ini larvas 'dengan cara yang sama, dan menyerap nutrisi larvas' akhirnya dengan Cordyceps Sinensis keluar.



Manfaat dari Jimon Cordyceps Mycelium Capsule:

1. Immunoregulation & anti-kelelahan

Sistem kekebalan mirip dengan tentara dalam tubuh Anda, yang dapat menghambat pertumbuhan tumor internal, dan menghilangkan penuaan sel atau sel nekrosis pada jaringan eksternal, sedangkan mencegah infeksi dari virus atau bakteri.

Cordyceps Sinensis bisa mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh Anda termasuk meningkatkan jumlah sel dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kapasitas antibodi. Hal ini dapat meningkatkan jumlah sel fagosit dan pembunuh, serta menekan fungsi sel kekebalan untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh kita.
Ilmuwan Cina menyimpulkan dengan analisis modern: Cordyceps Sinensis adalah signifikan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia, dan memiliki fungsi supranatural bagi para orang sakit dan untuk gizi otak.

2. Sistem regulasi pernapasan

China Cordyceps Sinensis tidak bisa hanya memperluas bronchia, menekan asma, membuat dahak mudah dan mencegah emphysema, tetapi juga memperluas bronchia otot polos, meningkatkan fungsi adrenalin dengan hasil memperbaiki fungsi paru-paru, meringankan bronkial pikun kronis, asma, emfisema, penyakit jantung paru, dan penurunan frekuensi serangan mereka.

3. Meregulasi fungsi Jantung

4. Meregulasi fungsi Ginjal

5. Meregulasi fungsi Liver

6. Meregulasi fungsi hematopoiesis

7. Mengurangi kolesterol.



Nutrisi dari Cordyceps Sinensis :
Kaya akan nutrisi, termasuk 7% mannitol, 28.9% karbonhidrat, 8,4% lemak, 25% protein, dan 82,2% asam lemak tak jenuh, ditambah lagi Vitamin B12, Ergosterol, 6-karbon dan alkoho gula, alkaloid, dll.



Fungsi Bantuan :
untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kelelahan bantuan dan untuk menjaga kesehatan pernapasan dan fungsi ginjal, penderita hipo-imuniti ( kelelahan yang berlebihan ), perokok dan penderita asma.



Petunjuk Pemakaian :
- 1 atau 2 kapsul sekali atau dua kali sehari.
- Simpan di tempat teduh dan kering pada suhu kamar, sementara jauhkan dari anak-anak




info:
087885011167

KONSEP DOKUMENTASI KEPERAWATAN



2.1    Dokumentasi Keperawatan
2.1.1        Pengertian Dokumentasi Keperawatan
Dokumentasi keperawatan adalah pengumpulan, penyimpanan dan desiminasi informasi guna mempertahankan sejumlah fakta yang penting secara terus – menerus pada suatu waktu, terhadap sejumlah kejadian (Fisbach, 1991). Pendapat lain menjelaskan bahwa dokumentasi adalah suatu catatan kegiatan yang dapat dipergunakan untuk mengungkapakn suatu fakta yang aktual dan dapat dipertanggung jawabkan (Keliat, 1990). Dan menurut Setyowaty dan Kemala Rita dijelaskan bahwa dokumentasi keperawatan merupakan bukti pelayanan keperawatan profesional, karena dengan dokumentasi semua aspek baik pengobatan dan perawatan yang dilakukan oleh tim kesehatan tertulis dengan teratur sehingga dapat membuat gambaran kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan (Jurnal Keparawatan vol. II, No. 5, 1998)
Dari pengertian – pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa dokumentasi keperawatan merupakan suatu bukti pelayanan keperawatan yang berisi kegiatan pencatatan, pelaporan yang otentik dan penyimpanan semua kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan klien yang dapat dipergunakan untuk mengungkapakan suatu fakta aktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

2.1.2        Tujuan Dokumentasi Keperawatan
Menurut Doenges (1998) tujuan sistem dokumentasi adalah untuk :
1.      Memfasilitasi pemberian perawatan pasien yang berkualitas.
2.      Memastikan dokumentasi kemajuan yang berkenaan dengan hasil yang berfokus pada pasien.
3.      Memfasilitasi konsitensi antar disiplin dan komunikasi tujuan dan kemajuan pengobatan.
Sedangkan menurut Carpenito (1999) tujuan dari dokumentasi keperawatan secara administratif adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mendefinisikan fokus keperawatan bagi klien atau kelompok.
2.      Untuk membedakan tanggung gugat perawat dari tanggung gugat tim pelayanan kesehatan lain.
3.      Untuk memberikan kriteria penelaahan dan pengevaluasian asuhan (perbaikan kualitas).
4.      Untuk memberikan kriteria klasifikasi pasien.
5.      Untuk memberikan justifikasi terhadap reimbursemen
6.      Untuk memberikan data untuk tinjauan administratif dan legal
7.      Untuk memenuhi persyaratan hukum, akreditasi dan profesional.
8.      Untuk memberikan data penelitian dan tujuan pendidikan.

Serta menurut Nursalam (2001) tujuan utama dari pendokumentasian adalah :
1.      Mengidentifikasi status kesehatan klien dalam rangka mencatat kebutuhan klien, merencanakan, melaksanakan tindakan keperawatan dan mengevaluasi tindakan.
2.      Dokumentasi untuk penelitian, keuangan, hukum dan etik. Hal ini juga menyediakan :
a.       Bukti kualitas asuhan keperawatan.
b.      Bukti legal dokumentasi sebagai pertanggung – jawaban kepada klien.
c.       Informasi terhadap perlindungan individu.
d.      Bukti aplikasi standar praktek keperawatan.
e.       Sumber informasi statistik untuk standar dan riset keperawatan.
f.       Pengurangan biaya informasi.
g.      Sumber informasi untuk data yang harus dimasukkan.
h.      Komunikasi konsep resiko tindakan keperawatan.
i.        Informasi untuk siswa / mahasiswa.
j.        Persepsi hak klien.
k.      Dokumentasi untuk tenaga profesional dan tanggung jawab etik dan mempertahankan kerahasiaan informasi klien.
l.        Suatu data keuangan yang sesuai.
m.    Data perencanaan pelayanan kesehatan di masa yang akan datang.

2.1.3        Manfaat dan Pentingnya Dokumentasi Keperawatan
Menurut Nursalam (2001), dokumentasi keperawatan mempunyai makna yang penting bila dilihat dari berbagai aspek :
1.      Hukum.
Semua catatan informasi tentang klien merupakan dokumentasi resmi dan bernilai hukum.
2.      Jaminan Mutu (Kualitas Pelayanan).
Pencatatan data klien yang lengkap dan akurat, akan memberi kemudahan bagi perawat dalam membantu masalah klien. Dan untuk mengetahui sejauhmana masalah klien dapat teratasi dan seberapa jauh masalah baru dapat diidentifikasi dan dimonitor melalui catatan yang akurat. Hal ini akan membantu meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
3.      Komunikasi.
Dokumentasi dapat dijadikan alat komunikasi antara tenaga perawat atau tenaga kesehatan lain.



4.      Keuangan.
Semua tindakan keperawatan yang belum, sedang dan telah diberikan, dicatat dengan lengkap yang dapat dipergunakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya keperawatan bagi klien.
5.      Pendidikan.
Karena isi dari dokumentasi keperaeatan menyangkut kronologis dari kegiatan asuhan keperawatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau obyek riset dan pengembangan profesi keperawatan.
6.      Penelitian.
Data yang terdapat di dalamnya mengandung informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan atau objek riset dan pengembangan profesi keperawatan.
7.      Akreditasi.
Melalui dokumentasi keperawatan akan dapat dilihat sejauh mana peran dan fungsi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepad klien.

2.1.4        Dasar Hukum Pendokumentasian Keperawatan
Dasar hukum yang dipakai di Indonesia sebagai landasan dalam pentingnya pembuatan dokumentasi keperawatan adalah :
1.      SK Menkes No. 436/MENKES/SK/VI/1993  tentang standar pelayanan rumah sakit.
2.      SK Dirjen Yanmed No. YM.00.03.2.6.7637 tahun 1992 tentang Standar Asuhan Keperawatan.
3.      Undang Undang No. 23 tahun 1992  tentang kesehatan pasal 53 ayat 1 yang mencantumkan tentang hak memperoleh perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dan ayat 2 tentang perlindungan / melindungi hak pasien.
4.      Undang Undang No. 8 tahun 1999 yang efektif diberlakukan mulai tanggal 21 April 2000 tentang perlindungan konsumen, yang didalamnya terdapat hak dan kewajiban konsumen.
5.      KEPMENKES No. 1239/Menkes/SK/XI/2001  tentang registrasi dan praktik perawat.

2.1.5        Fungsi Dokumentasi
Dokumentasi bukan hanya syarat untuk akreditasi, tetapi juga syarat hukum di tatanan perawatan kesehatan. Dari fokus keperawatan, dokumentasi memberikan catatan tentang proses keperawatan untuk memberikan perawatan pasien secara individual (Doenges, 1998). Pendokumentasian dimulai dari pengkajian, identifikasi masalah, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi rencana perawatan dan evaluasi yang semua dicatat dalam catatan perkembangan / kemajuan. Catatan kemajuan / perkembangan adalah :
1.      Komunikasi staf
Staf dan shift berikutnya harus mengetahui apa yang telah terjadi dengan pasien selama shift sebelumnya agar dapat membuat penilaian yang tepat  mengenai penanganan pasien. Disini peran perawat berada dalam posisi yang unik karena sebagai disamping memberikan informasi kepada sesama kolega juga pada profesi lain disamping kepada pasien itu sendiri tentang apakah intervensi yang telah dilakukan dapat dihentikan atau revisi, atau dibuat yang baru, tergantung dari informasi yang dikumpulkan.
2.      Evaluasi.
Peninjauan kemajuan pasien dan efektifan rencana pengobatan yang periodik dilakukan oleh perawat dan atau team pengobatan. Evaluasi kemajuan pasien dapat didokumentasikan pada rencana perawatan dan atau pada catatan kemajuan.
3.      Pemantauan Hubungan
Hubungan yang diharapkan adalah hubungan terapeutik antara perawat dan pasien merup[akan alat yang digunakan oleh perawat untuk membantu pasien membangun kemampuannya.
4.      Pembayaran Kembali (Reimbursement).
Pembayaran pihak ketiga meminta dengan tegas bahwa mengapa, kapan, dimana, bagaimana, apa dan siapa dari pelayanan didokumentasikan dengan jelas agar pihak ketiga dapat meneruskan pendanaan pembiayaan bagi pasien yang sakit / dirawat. Oleh karena itu catatan kemajuan harus mencatat observasi yang signifikan tentang apa yang terjadi, penanganan, dan pemulihan, obat – obatan, peralatana yang digunakan, dan informasi yang berhubungan lainnya juga perlu dicatat.
5.      Dokumentasi Legals
Dalam masyarakat yang melek hukum, untuk menghindari ancaman kasus tuntutan malpraktik atau kelalaian sangat penting untuk didokumentasikan sehingga dapat sebagai dokumentasi legal.
6.      Akreditasi.
Pendokumentasian harus di tulis secara lengkap dan akurat sehingga dapat digunakan sebagai syarat untuk lisensi atau akreditasi
7.      Pelatihan dan Pengawasan.

2.1.6        Dokumentasi Proses Keperawatan
Proses keperawatan merupakan metode dimana suatu konsep diterapkan dalam praktek keperawatan disebut juga sebagai suatu pendekatan problem solving. Memerlukan ilmu; tehnik dan ketrampilan interpersonal dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan klien / keluarga. Carpenito(1999) menguraikan sistem dokumentasi keperawatan mempunyai beberapa komponen. Sebagian besar komponen terutama memfokuskan pada pendokumentasian sebagai berikut: a. pengkajian keperawatan, b. diagnosa keperawatan, c. perencanaan keperawatan, d. pelaksanaan keperawatan, e. evaluasi keperawatan.
2.1.7        Standar Dokumentasi
Komponen dan kriteria standar dokumentasi keperawatan yang mengacu pada standar asuhan keperawatan Departemen Kesehatan tahun 1994, sebagai berikut :
1.      Standar Pengkajian Data Keperawatan.
Komponen pengkajian keperawatan meliputi :
a.       Pengumpulan data, dengan kriteria : kelengkapan data, sistematis, menggunakan format, aktual dan valid.
b.      Pengelompokan data, dengan kriteria : data biologis, data psikologis sosial dan spiritual.
c.       Perumusan masalah, dengan kriteria : kesenjangan antara status kesehatan dengan norma dan pola fungsi keluarga.
2.      Diagnosa Keperawatan.
Kriteria – kriteria yang ada dalam diagnosa keperawatan :
a.       Status kesehatan dibandingkan dengan norma untuk menentukan kesenjangan.
b.      Diagnosa keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan dan pemenuhan kebutuhan klien.
c.       Diagnosa keperawatan dibuat sesuai dengan wewenang.
d.      Komponen diagnosa keperawatan terdiri dari masalah, penyebab dan tanda / gejala atau terdiri dari masalah dan penyebab.
e.       Diagnosa keperawatan aktual untuk perumusan status kesehatan klien yang sudah nyata terjadi.
f.       Diagnosa keperawatan potensial untuk perumusan status kesehatan klien yang kemungkinan akan terjadi, apabila dilakukan upaya pencegahan.
3.      Standar Perencanaan Keperawatan.
Komponen perencanaan keperawatn, meliputi :
a.       Prioritas masalah, dengan kriteria : masalah yang mengancam kehidupan merupakan prioritas utama, masalah yang mengancam kesehatan prioritas kedua, masalah yang mempengaruhi perilaku prioritas ketiga.
b.      Tujuan asuhan keperawatan, dengan kriteria : tujuan dirumuskan secara singkat dan jelas, disusun berdasarkan diagnosa keperawatan, dapat diukur, realistik, menggunakan komponen yang terdiri dari subyek, perilaku klien, kondisi klien dan kriteria tujuan.
c.       Rencana tindakan, kriteria : disusun berdasarkan tujuan asuhan keperawatan, merupakan alternatif tindakan secara tepat, melibatkan klien / keluarga, mempertimbangkan kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku, menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien, disusun dengan mempertimbangkan  lingkungan, sumber daya dan fasilitas yang ada, berupa kalimat instruksi, ringkas tegas dan menggunakan formulir yang baku.
4.      Standar Implementasi Keperawatan.
Kriteria standar implementasi keperawatan :
a.       Dilaksanakan sesuai dengan rencana keperawatan.
b.      Mengamati keadaan bio – psiko – sosio – dan spiritual klien.
c.       Menjelaskan setiap tindakan keperawatan kepada klien / keluarga.
d.      Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
e.       Menggunakan sumber daya yang ada.
f.       Menunjukkan sikap yang sabar dan ramah dalam berinteraksi dengan klien dan keluarga.
g.      Mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan tindakan keperawatan.
h.      Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik.
i.        Menerapkan etika keperawatan.
j.        Menerapkan prinsip aman, nyaman, ekonomis, privacy dan mengutamakan keselamatan klien.
k.      Mencatat semua tindakan yang dilakukan.
l.        Melaksanakan tindakan keperawatan berpedoman pada prosedur teknis yang telah ditentukan.
5.      Standar Evaluasi.
Kriteria standar evaluasi :
a.       Pengkajian ulang diarahkan pada tercapainya tujuan atau tidak.
b.      Prioritas dan tujuan ditetapkan serta pendekatan keperawatan lebih lanjut dilakukan dengan tepat dan akurat.
c.       Tindakan keperawatan yang baru ditetapkan dengan cepat dan tepat.

2.1.8        Prinsip – Prinsip Pendokumentasian Asuhan Keperawatan
Potter dan Perry (1989) memberikan panduan sebagai petunjuk cara pendokumentasian dengan benar, yaitu :
1.      Jangan menghapus menggunkan tipe – X atau mencoret tulisan yang salah ketika mencatat, cara yang benar dengan menggunakan garis pada tulisan yang salah, kata yang salah lalu diparaf kemudian tulis catatan yang benar.
2.      Jangan menulis komentar yang bersifat mengkritik klien maupun tenaga kesehatan lain, karena bisa menunjukkan perilaku yang tidak profesional atau asuhan keperawatan yang tidak bermutu.
3.      Koreksi semua kesalahan sesegera mungkin karena kesalahan menulis diikuti dengan kesalahan tindakan.
4.      Catat hanya fakta, catatan harus akurat dan reliable pastikan apa yang ditulis adalah fakta, jangan berspekulasi atau menulis perkiraan saja.
5.      Jangan biarkan bagian kosong pada akhir catatan perawat, karena orang lain dapat menambahkan informasi yang tidak benar pada bagian yang kosong tadi. Untuk itu buat garis horozontal sepanjang area yang kosong dan bubuhkan tanda tangan di bawahnya.
6.      Semua catatan harus bisa dibaca, ditulis dengan tinta dan menggunakan bahasa yang lugas.
7.      Jika perawat menanyakan suatu instruksi, catat bahwa perawat sedang mengklarifikasi karena jika perawat melakukan tindakan diluar batas kewenangannya dapat di tuntut.
8.      Tulis hanya untuk diri sendiri karena perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat atas informasi yang ditulisnya.
9.      Hindari penggunaan tulisan yang bersifat umum (kurang spesifik) karena informasi yang spesifik tentang kondisi klien atas kasus bisa secara tidak sengaja terhapus jika informasi bersifat terlalu umum, oleh karena itu tulisan harus secara lengkap, singkat, padat dan obyektif.
10.  Pastikan urutan kejadian dicatat dengan benar dan tanda tangani setiap selesai menulis dokumentasi. Dengan demikian dokumentasi keperawatan harus bersifat obyektif, komprehensif, akurat dan menggambarkan keadaan klien serta apa yang terjadi pada dirinya.
2.1.9        Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Dokumentasi
Baik tidaknya mutu dokumentasi proses keperawatan sangat dipengaruhi oleh unsur masukan, proses pencatatan dan lingkungan dari institusi yang bersangkutan (Azrul Azwar, 1986) :
1.      Unsur Masukan.
a.       Tenaga Perawat (Sumber Daya Manusia)
Pengetahuan dan ketrampilan perawat dalam pendokumentasian proses keperawatan sangat diperlukan dalam meningkatkan mutu dokumentasi, yaitu ketrampilan dalam berkomunikasi, ketrampilan untuk dapat memenuhi standar dokumentasi dan ketrampilan dalam mencatat proses keperawatan (Nursalam, 2001). Disamping itu diperlukan juga motivasi perawat dalam pelaksanaan dokumentasi keperawatan, karena masih banyak perawat yang tidak menyukai tentang pencatatan dokumentasi keperawatan (Capernito, 1995).
b.      Format Dokumentasi.
Menurut Capernito (1995) bahwa format dokumentasi masih banyak ragamnya, dalam pencatatan perawat merasa rumit dan banyak memakan waktu. Maka dalam pelaksanaan dokumentasi proses keperawatan diperlukan sistem dokumentasi yang efisien, komprehensif dapat mendokumentasikan lebih banyak data dalam waktu yang lebih sedikit dan sesuai standar yang berlaku.


2.      Unsur Proses.
Pelaksanaan dokumentasi proses keperawatan yang meliputi aspek dokumentasi, yaitu : pengkajian, perencanaan, tindakan dan evaluasi, yang harus dilaksanakan secara terus menerus sampai tujuan berhasil. Sedangkan kendala dalam pelaksanaan dokumentasi adalah kemapuan perawat dalam mendokumentasikan proses keperawatan. Disini dipengaruhi oleh beban kerja dan motivasi kerja perawat (Capernito, 1995).

3.      Unsur lingkungan.
Unsur lingkungan yang dimaksud disini adalah kebijakan organisasi dan manajemen institusi atau rumah sakit yang melaksanakan dokumentasi proses keperawatan. Apabila ketiganya tidak saling mendukung, maka sulit diharapkan akan mendapatkan hasil dokumentasi proses keperawatan yang baik (Azrul Azwar, 1996).

2.1.10    Karakteristik data dalam Pendokumentasian
1.      Lengkap.
Seluruh data yang diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien dicatat dengan terperinci (Nursalam, 2001). Data yang terkumpul harus lengkap, guna membantu mengatasi masalah klien yang adequat.
2.      Akurat dan Nyata.
Dalam pengumpulan data ada kemungkinan terjadi salah paham. Untuk mencegah hal tersebut, maka perawat harus berfikir akurasi dan nyata untuk membuktikan benar tidaknya apa yang telah didengar, dilihat, diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang sekiranya meragukan.
3.      Relevan.
Pencatatan data yang komprehensif biasanya banyak sekali data yang harus dikumpulkan, sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi. Kondisi yang seperti ini bisa diantisipasi dengan membuat data komprehensif tetapi singkat dan jelas. Mencatat data yang relevan sesuai dengan masalah klien yang merupakan data fokus terhadap klien sesuai dengan situasi khusus.

2.1.11    Trens dan Perubahan yang Berdampak terhadap Dokumentasi
Trens dan perubahan yang terjadi dalam sistem pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap dokumentasi keperawatan dan masalah – masalah kegiatan pencatatan oleh perawat dalam melaksanakan kegiatan sehari – hari. Masalah yang timbul perlu diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum penyelesaian masalah yang dapat ditemukan dalam dokumentasi. Masalah – masalah dokumentasi dan perubahan yang mempengaruhi pentingnya pendokumentasian keperawatan sebagai berikut :
1.      Praktik Keperawatan.
Dengan terjadinya perubahan dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, maka peran perawat dalam praktik keperawatan profesional juga mengalami perubahan. Revisi atau perubahan tersebut meliputi penemuan kasus penyakit yang baru, pendidikan kesehatan, konseling dan intervensi keperawatan dan medis terhadap respon klien aktual atau potensial. Perubahan lain adalah pengobatan oleh dokter atau tim kesehatan lainnya, kerjasama dengan tim kesehatan, serta metode pemberian pelayanan kesehatan. Perubahan tersebut berdampak terhadap kegiatan pencatatan keperawatan.
2.      Lingkup Praktik Keperawatan.
Perubahan dalam lingkup praktik keperawatan, berdampak terhadap pendokumentasian. Dengan berkembangnya lingkup praktik keperawatan berdasarkan trens praktik keperawatan di Indonesia, persyaratan akreditasi, peraturan pemerintah, perubahan sistem pendidikan keperawatan, meningkatnya masalah klien yang semakin kompleks, serta meningkatnya praktik keperawatan secara mandiri dan kolaborasi, maka persyaratan pencatatan keperawatan harus sesuai. Akibatnya data yang masuk harus semakin lengkap dan tajam sebagai manifestasi bukti dasar lingkup wewenang dan pertanggung jawaban. Kemampuan perawat sering disamakan dengan kemampuan dalam membuat keputusan dan kegiatan lainnya yang dapat dilihat pada dokumentasi.
3.      Data Statistik Keperawatan.
Pencatatan yang lengkap dan akurat sangat bermanfaat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien, data statistik yang sangat bermanfaat dalam penelitian atau pengembangan peleyanan serta penentuan jasa pelayanan.
4.      Intensitas Pelayanan Keperawatan dan Kondisi Penyakit.
Pencatatan yang lengkap dan akurat tentang tingkat keparahan penyakit dan tipe atau jumlah tindakan yang diperlukan dapat sebagai dasar pertimbangan pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan kasus yang sama dan perkiraan pembiayaan yang diperlukan.
5.      Keterampilan Keperawatan.
Tren meningkatnya justifikasi perawat dalam akurasi perumusan masalah dan tindakan keperawatan padapendekatan proses keperawatan, terutama perubahan keadaan klien yang cepat akan sangat bermanfaat dalam pencatatan.
6.      Konsumen
Trens dan perubahan penggunaan layanan kesehatan oleh konsumen berpengaruh terhadap pendokumentasian. Waktu rawat inap yang pendek, biaya yang terjangkau dan adanya home care bagi klien yang tidak memerlukan perawatan maksimal merupakan trens perubahan pelayanan di masa depan. Perubahan tersebut memerlukan suatu pembenahan tentang pencatatan yang lengkap dan akurat khususnya waktu klien masuk rumah sakit, tingkat asuhan keperawatan dan keahlian dalam pemberian pelayanan.

7.      Biaya.
Trens dan perubahan biaya layanan berdampak terhadap pendokumentasian. Pencatatan yang baik akan memberikan gambaran tentang pengeluaran biaya yang harus ditanggung oleh klien.
8.      Kualitas Asuransi dan Ausit Keperawatan.
Pendokumentasian juga dipengaruhi oleh prosedur kendali mutu, terutama tentang audit catatan pelayanan kesehatan. Data tentang keadaan klien sebelum masuk RS, pertanyaan dan wawancara dengan klien merupakan sumber utama audit data.
9.      Akreditasi Kontrol.
Perubahan tentang standar pelayanan kesehatan yang disusun oleh institusi yang berwenang, membawa pengaruh terhadap pendokumentasian. Institusi pelayanan harus mengikuti dan menyesuaikan aturan pendokumentasian yang berlaku.
10.  Coding dan Klasifikasi.
Trens tentang klasifikasi tingkat ketergantungan klien berdampak terhadap pendokumentasian. Pada waktu dulu klasifikasi klien hanya didasarkan pada diagnosa medis, pelayanan klinik atau tipe pelayanan. Saat ini dalam keperawatan, klien diklasifikasikan berdasar Diagnosis Related group. Sedang informasi tentang daftar kode memberikan gambaran kebutuhan klien, asuhan yang telah diterima harus ada di catatan keperawata.
11.  Prospektif Sistem Pembayaran.
Trens dan perubahan dalam sistem pembayaran berdampak terhadap dokumentasi. Prospektif pembayaran merujuk pada sistem pembayaran terhadap asuhan keperawatan yang diterima oleh semua klien khususnya pada waktu klien masuk rumah sakit.
12.  Resiko Tindakan.
Ketergantungan terhadap dokumentasi yang komprehensif berarti mengurangi dan mencegah terjadinya  faktor resiko manajemen atau pengelolaan. Manajemen resiko adalah pengukuran keselamatan klien untuk melindungi klien dan profesi keperawatan aspek legal serta melindungi perawat dari tindakan kelalaian. Manajemen resiko ditekankan pada keadaan klien yang mempunyai resiko terjadinya perlukaan atau kecacatan. Pencatatan yang penting meliputi ; catatan tentang kejadian, perintah verbal atau nonverbal, infomed concent, dan catatan penolakan klien terhadap tindakan.

DAFTAR PUSTAKA


Azwar, A (1996). Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Carpenito, L.J. (1999) Rencana asuhan & dokumentasi keperawatan. Terjemahan. Edisi ke-2. EGC. Jakarta. (11 – 12, 23, 24, 29, 32)

Departemen Kesehatan (1998). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1596 / Menkes / per II / 1998. Depkes RI. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (2001). Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan di rumah sakit. Depkes RI. Jakarta.

Doenges, M.E. (1998). Penerapan Proses Keperawatan & Diagnosa Keperawatan. Terjemahan. Edisi ke-2. EGC. Jakarta (135 – 139)

Doenges, M.E. (1999). Rencana asuhan keperawatan ; pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Terjemahan. Edisi ke-3. EGC. Jakarta (6 – 10, 36)

Fisbach (1991). Documenting Care Comunication, The Nursing Process and Documenting & Tandort. Davis Company. USA (99)

Nursalam (2001). Proses dan dokumentasi Keperawatan. Konsep dan Praktik. Salemba Medika. Jakarta (17 – 30, 77 – 88, 134 - 135)

Nursalam (2002). Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Salemba Medika. Jakarta (135 – 185)

Nursalam (2003). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta (55 – 133)

Template by:

Free Blog Templates