Wednesday, February 20, 2013

Protes Premanisme Oknum Anggota TNI AU Hari Ini Wartawan Maluku Demo

Ambon - Dipastikan hari ini, rabu (17/10), wartawan di Maluku akan menggelar demonstrasi mengecam keras tindakan pemukulan empat wartawan oleh oknum anggota TNI saat meliput jatuhnya pesawat jenis Hawk 200 milik TNI AU di kawasan Pasir Putih, Pandau, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (16/10) sekitar pukul 09.30 WIB.
Ketua AJI Kota Ambon Insani Syahbarawaty kepada wartawan di Ambon, Selasa (16/10) mengatakan, tindakan yang dilakukan oknum anggota TNI terhadap keempat jurnalis saat meliput jatuhnya pesawat tersebut, merupakan tindakan premanisme yang sangat bertentangan dengan HAM.
"Kami mengecam keras tindakan oknum TNI yang memukul jurnalis di Riau. Ini bentuk premanisme, dan harus diketahui, jurnalis dalam tugasnya dilindungi oleh undang-undang, jadi apa yang dilakukan tidak dapat dibenarkan," tandasnya.
Ia mengungkapkan, seharusnya setiap anggota TNI dapat memahami tugas dan fungsi jurnalis saat berada di lapangan. Karena tidak dapat dipungkiri banyak kasus penganiayaan yang telah dilakukan oknum anggota TNI kepada jurnalis.
"Peristiwa pemukulan dan kekerasan yang dilakukan oknum anggota TNI kepada jurnalis sudah ada pada titik yang sangat parah, ini sangat keterlaluan," ujarnya.
Menyikapi insiden pemukulan ini, AJI Ambon meminta kepada Panglima TNI agar dapat mengusut tuntas pelaku penganiayaan empat jurnalis di Riau tersebut. AJI Ambon juga mendesak Panglima TNI agar dapat memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku penganiayaan jurnalis.
"Kami minta kasus ini dapat diusut tuntas, dan kami juga mendesak agar Panglima TNI dapat memberikan hukuman yang seberat-beratnya pada pelaku penganiayaan," harapnya.
Selain mendesak Panglima TNI, AJI Kota Ambon juga meminta kepada Dewan Pers agar segera menyampaikan nota keberatan atas maraknya aksi arogan oknum TNI di seluruh indonesia yang kerap menghalang-halangi tugas jurnalis, dan adanya tindakan kekerasan terhadap jurnalis.
Kronologis
Peliputan jatuhnya pesawat Hawk 200 di Kabupaten Kampar, Riau, diwarnai insiden pemukulan wartawan. Bagaimana kronologis pemukulan yang dilakukan oknum TNI AU itu.
Didik Hermanto, salah seorang wartawan yang dianiaya oknum TNI, mengatakan, penganiayaan itu terjadi saat dia mengabadikan foto jatuhnya pesawat.
"Tiba-tiba oknum TNI AU langsung mendekati saya. Saya mengatakan dari media. Saat mau mengambil foto situasi jatuhnya pesawat, dia langsung memukul dan menendang. Saat jatuh, saya kemudian dipukuli lagi dan dicekik. Kamera saya kemudia dirampas," kata Didik yang juga wartawan Riau Pos, Selasa (16/8).
Hal senada dikatakan Robby, Wartawan Riau TV itu mengatakan sempat lari dari kejaran oknum TNI.
"Saya kena tangkap dan langsung ditinju. Saya berhasil kabur saat mereka mau membawa saya. Sementara rekan wartawan lain ada yang dibawa oleh pihak TNI AU," kata Robi terpisah.
Pemukulan juga dialami Rian. Wartawan Kantor Berita Antara itu mengakui tiba-tiba dipukul oleh oknum TNI AU. "Saya tidak atau apa-apa langsung dipukul di bagian wajah oleh oknum TNI. Kaca mata saya pecah," ujarnya.
Sementara itu, PWI Riau mencatat sedikitnya ada 11 wartawan yang dianiaya petugas. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, wartawan melaporkan penganiayaan tersebut kepada POM TNI AU.
“Yang dianiaya saat ini melapor ke POM TNI AU. Kasus ini harus diproses secara hukum. Kamera wartawan yang dirampas oknum TNI AU sejauh ini belum diketahui rimbanya," kata Ketua PWI Riau, Dheni Kurnia. (S-34)

0 comments:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates